Selasa, 24 Maret 2015

Diperlukan Gerakan Bersama Pengarusutamaan Jender

Pemerintah diharapkan ikut terlibat secara aktif dan intensif dalam upaya pengarusutamaan jender dan pemberdayaan perempuan. Pemerintah juga diharapkan melibatkan masyarakat sipil dalam merumuskan kebijakan terkait pengarusutamaan gender dan pemberdayaan perempuan.
 Demikian salah satu kesepakatan dalam Sidang sesi ke – 59 Komisi Kedudukan Perempuan  (The 59thSession of the Commission on Status of Women atau CSW ke-59) yang diselenggarakan di markas besar PBB  di New York, Amerika Serikat pada  tanggal 9 – 20 Maret lalu.

Minggu, 22 Maret 2015

Ibu Negara Iriana Joko Widodo Dikukuhkan sebagai Bunda PAUD Indonesia

Pengukuhan Ibu Negara Iriana Joko Widodo sebagai Bunda PAUD Indonesia berlangsung pada acara Gebyar PAUD 2015. Pengukuhan Ibu Negara Republik Indonesia Sebagai Bunda Paud dan Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Bunda Paud Seluruh Indonesia, bertempat di Gedung Sasono Langen Budoyo Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Kamis, (19/03/2015). 

Rabu, 18 Maret 2015

8000 Guru PAUD Hadiri Sosialisasi Kurikulum 2013 PAUD

Sekitar 8000 pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dari berbagai daerah menghadiri Seminar Nasional tentang Kurikulum 2013 yang digelar Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Sabtu (14/3/2015).

Selasa, 23 September 2014

Gebyar PAUD Meriahkan Hari Aksara International

Berbagai acara  digelar untuk memeriahkan acara  Hari Aksara International (HAI) ke 49 yang dipusatkan di  Kota Kendari,  Sulawesi Tenggara.  Salah satunya Gebyar PAUD Provinsi Sulawesi Tenggara. Acara yang diselenggarakan di Alun-alun MTQ Kendari pada 19 September 2014 itu dibuka Plt. Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI), Hamid Muhammad. Selain itu acara yang dimeriahkan sekitar 1000 anak usia dini itu juga dihadiri Wakil Gubernur Sultra, H. M. Saleh Lasata dan para Bunda PAUD kabupaten dan kota se Provinsi Kendari.
Saat menyampaikan sambutannya, Hamid Muhammad mengingatkan, pada 2011 lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, telah mencanangkan Gerakan Nasional Paudnisasi. Gerakan ini diluncurkan untuk menyiapkan generasi yang lebih baik dimasa depan.

Minggu, 29 Juli 2012

PENTINGNYA PEMBENTUKAN PERILAKU JUJUR PADA ANAK SEJAK USIA DINI

 Menuju Pendidikan Anak Usia Dini yang Lebih Baik


Latar Belakang

Anak terlahir dalam keadaan suci, sebagaimana firman Allah dalam sebuah ayat Al-Qur’an: Kullu mauluudin yuuladul ‘alal fithroti, yang artinya: setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci). Dengan keluguan dan kepolosannya, ia laksana kertas putih yang akan memiliki warna dan corak sesuai dengan yang digoreskan padanya. Rasa keingintahuannya yang besar dan kemampuan analisisnya yang belum berkembang, cenderung menyebabkan anak meniru segala yang dilihat dan didengarnya.
Orang tua selalu mendambakan anaknya memiliki keunggulan pribadi yang dapat dibanggakan. Bukan hanya cerdas dan pandai, tetapi juga berakhlak mulia. Sayangnya, tidak sedikit orang tua yang masih mendewakan kecerdasan intelektual (Intellegence Quotient/IQ) dan mengukur kemampuan anak sebatas nilai akademisnya.
Padahal, menurut penelitian Daniel Goleman, pemopuler kecerdasan emosional (Emotional Intellegence/EI atau Emotional Quotient/EQ), IQ hanya menetukan 20% kesuksesan anak di kemudian hari. Kesuksesan anak akan banyak ditentukan oleh kecerdasan emosinya (EQ). [1])
Empati, simpati, dan bentuk-bentuk kecerdasan emosional lainnya, bila berpadu dengan kejujuran yang tertanam kuat sejak dini, akan mempermudah anak untuk diterima di lingkungannya, disamping tentu saja akan menjdi modal dasar yang sangat berharga bagi anak untuk hidup di masyarakat. 
Meskipun juga harus disadari, bahwa upaya pembentukan sifat jujur pada anak bukanlah hal yang mudah. Banyak aspek yang saling terkait dan saling mempengaruhi, antara lain orang tua, guru, dan masyarakat. Kedekatan anak dengan figur-figur di sekelilingnya, sedikit banyak akan mempengaruhi pemahaman dan pandangan anak.

Rabu, 23 Mei 2012

Dirjen PAUDNI: Tingkatkan Mutu PAUD untuk Cetak Generasi Emas

Untuk mencetak generasi emas Indonesia, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (PAUDNI) akan meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini (PAUD). Hal tersebut dinyatakan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Dirjen PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi Psi., saat ditemui sejumlah pewarta di ruang kerjanya, beberapa waktu yang lalu.

Untuk menggenjot program PAUD, Ditjen PAUDNI akan tetap memberikan bantuan rintisan, alat permainan edukasi, dan serangkaian program yang telah disiapkan. Hal tersebut bertujuan untuk mewujudkan generasi emas. Sehingga pada 2045, saat peringatan ulang tahunIndonesiayang ke-100, terciptalah generasi muda yang kamil dan paripurna.

Minggu, 01 April 2012

KUMPULAN PEDOMAN DAN PETUNJUK TEKNIS PAUD TAHUN 2012

Silahkan unduh aneka Pedoman dan Petunjuk Teknis PAUD Tahun 2012 di sisi kanan blog. Terdiri dari 27 file, sebagian besar diantaranya adalah petunjuk teknis bantuan keuangan disamping petunjuk teknis penyelenggaraan.